
Puncak Jaya – Tragedi memilukan kembali menghantui Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, dengan tewasnya Zainul, seorang tukang ojek asal Jember, yang ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Zainul meninggal dunia dengan luka tembak di kepala, menambah daftar panjang kekerasan yang dilakukan oleh KKB di Papua.
Kronologi Kejadian
Penembakan terhadap Zainul terjadi di Kampung Usir, Distrik Mulia, pada Kamis (30/5). Menurut Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara, Zainul tidak hanya bekerja sebagai tukang ojek, tetapi juga kerap meminjamkan uang kepada warga di Distrik Mulia. “Yang bersangkutan itu kerja serabutan kadang meminjamkan uang, kadang ngojek,” ujar Kuswara kepada detikcom pada Sabtu (1/6).
Hari itu, Zainul sedang menuju sebuah kios untuk menagih uang yang dipinjam seseorang. Namun, nasib nahas menimpanya. “Menurut informasi yang kita dalami, dia sedang menagih uang. Kemungkinan, pada saat insiden itu yang bersangkutan lagi menagih ke tempat yang meminjam uang. Tahu-tahunya terjadilah penembakan itu,” tambah Kuswara.
Keterlibatan KKB
Investigasi awal mengindikasikan bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh anggota KKB yang dikenal sebagai Bumi Walo dan Rambo. Informasi ini didapat dari percakapan yang diungkap oleh Satgas Damai Cartenz. Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai pelaku, dugaan kuat mengarah ke kelompok tersebut. “Kami masih mendalami kasus ini dan belum bisa memastikan siapa pelakunya. Namun, indikasi kuat mengarah ke KKB,” kata Kuswara.
Tidak Ada Saksi Mata
Penembakan terjadi saat kios dalam keadaan tutup. Pemilik kios yang mendengar suara tembakan keluar dan menemukan Zainul tergeletak bersimbah darah. “Yang ada hanya saksi pemilik kios itu. Terdengarlah tembakan, lalu pemilik kios ini keluar, terlihatlah Zainul ini tergeletak bersimbah darah dan langsung dievakuasi ke RS,” jelas Kuswara.
Reaksi Warga dan Keamanan di Puncak Jaya
Peristiwa tragis ini semakin meningkatkan ketakutan dan kekhawatiran di kalangan warga Puncak Jaya. Keberadaan KKB yang terus melakukan aksi kekerasan tanpa pandang bulu memperlihatkan betapa rawannya situasi keamanan di wilayah ini. Pembunuhan Zainul, seorang pekerja keras yang hanya mencari nafkah, menunjukkan kebrutalan KKB yang tidak segan-segan mengambil nyawa orang tak bersalah.
Seruan Tindakan Tegas
Masyarakat berharap pemerintah dan aparat keamanan segera mengambil tindakan tegas untuk menangani ancaman KKB. Keamanan dan ketenangan warga harus menjadi prioritas utama agar tidak ada lagi Zainul-Zainul lainnya yang menjadi korban kebrutalan tanpa alasan. “Korban hanya meminjamkan uang ke warga biasa, bukan ke anggota KKB,” tegas Kuswara, menepis anggapan bahwa Zainul terlibat dengan kelompok kriminal tersebut.
Tragedi ini mengingatkan kita bahwa tindakan kekerasan KKB telah melampaui batas dan merenggut nyawa orang-orang yang tidak berdosa. Pembunuhan Zainul harus menjadi alarm bagi penegakan hukum untuk meningkatkan upaya perlindungan bagi warga Papua dan memastikan keadilan ditegakkan bagi para korban kekerasan KKB.