
Jayapura- Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua, Yan Christian Arebo mendukung penuh upaya aparat TNI dan Polri menindak tegas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Menurutnya, video penyiksaan terhadap seorang warga di dalam drum oleh sejumlah anggota TNI di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, adalah upaya mengungkap pelaku penembakan terhadap Sertu Ismunandar.
Ismunandar gugur ditembak KKB saat melakukan perjalanan ke daerah Kulirik dengan rekannya, Serka Salim Lestaluhu.
Yan Arebo berpendapat, tindakan sejumlah anggota TNI yang viral itu adalah langkah interogasi agar warga yang diduga merupakan simpatisan KKB mengungkap nama-nama pelaku yang teribat dalam insiden penembakan di Gome, Kabupaten Puncak.
“Yang dilakukan anggota TNI itu adalah tindakan interogasi terhadap anggota TPNPB atau KKB untuk mendapatkan keterangan atas rekannya yang telah melakukan tindakan keji dan biadab terhadap prajurit TNI-Polri dan masyarakat sipil di wilayah itu,” ujar Arebo.
“Berarti ada kaitannya dengan penembakan terhadap TNI, jadi sudah tepat, bukan menyiksa warga sipil. Masyarakat harusnya melihat persoalan dengan baik,” sambungnya.
Arebo berujar agar Pangdam XVII/Cenderawasih tidak perlu khawatir serta tidak perlu menanggapi kabar miring oleh publik terhadap prajurit di wilayah teritorialnya.
Sebab, penindakan hukum terhadap KKB adalah upaya TNI dalam mempertahankan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.
“Saya minta bapak Pangdam Cenderawasih tidak usah menanggapi apapun yang mendiskreditkan TNI-Polri,” pungkasnya.