31/08/2025
Hukum & Kriminal

Sebby Sambon Dalang Aksi Anarkisme Pasca Kematian Lukas Enembe di Papua

Papua – Kepergian mantan Gubernur Papua, almarhum Lukas Enembe, meninggalkan luka sendiri bagi masyarakat Papua.

Meskipun diketahui terlibat dalam kasus korupsi, sosok yang sering dianggap sebagai ‘bapak pembangunan’ ini tetap dihormati oleh banyak warga Papua atas kontribusinya.

Namun diduga, suasana duka ini justru dirusak oleh aksi provokatif dari Sebby Sambon, juru bicara TPNPN OPM. Belakangan ramai beredar rekaman juru bicara TPNPN OPM yang menghasut masyarakat di Papua untuk memanfaatkan momen duka tersebut sebagai ajang anarkisme.

Upaya provokasi oleh Sebby pun berbuah hasil. Akibatnya, terjadi serangkaian kejadian tragis, termasuk pengrusakan kendaraan, pembakaran 25 toko, dan 14 korban luka di antara warga sipil dan anggota keamanan.

Sebelumnya, Sebby Sambon pernah menyerang Lukas Enembe dengan menyebutnya ‘budak Jakarta’ dan menuduhnya tidak pernah memberikan bantuan kepada pihaknya. Bahkan, Sebby secara tidak langsung menuduh penangkapan Lukas Enembe sebagai akibat kutukan roh nenek moyang.

Keterangan Sebby ini, yang dilaporkan oleh Gatra.com, menegaskan keyakinannya bahwa kepergian Lukas Enembe disebabkan oleh ‘ketidaktahuan’ dan bahwa Roh Tuhan dan Roh leluhur Papua tidak melindunginya karena dianggap ‘buta mata’.

“Ya, kami percaya begitu. Karena dia buta mata, seandainya dia tutup mata mungkin Roh Tuhan dan Roh leluhur kami bisa lindungi dia. Tetapi karena dia buta, maka dia akan mati dengan dosanya yang tidak pernah selamatkan rakyatnya,” katanya.

Hal itu juga rupanya mendapat perhatian Panglima Kodam Pangdam XVII/Cenderwasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan yang menyebut amuk massa yang sempat terjadi dalam pengantaran jenazah Lukas Enembe dari Sentani ke Koya Tengah pada Kamis didalangi anggota KNPB dan United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP.

“Anggota KNPB dan ULMWP melakukan kerusuhan saat pengantaran jenazah dari STAKIN Sentani, Kabupaten Jayapura ke kediaman mendiang di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura,” kata Izak, pada Jumat.

Izak mengatakan anggota KNPB dan ULMWP menyusup serta bergabung dengan massa yang menyertai perjalanan jenazah, hingga menyebabkan terjadinya pelemparan dan pembakaran bangunan serta kendaraan. “Aparat keamanan akan mengusut hingga tuntas, baik baik kasus pemukulan hingga pembakaran,” ujarnya.

Seolah cuci tangan akibat dampak yang telah terjadi, kelompok KNPB dalam keterangan barunya yang dirilis oleh media Jubi membantah terlibat aksi amuk massa yang terjadi saat iring-iringan pengantar jenazah Gubernur Papua.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Nasional, Komite Nasional Papua Barat atau KNPB Pusat, Ones Suhuniap di Kota Jayapura, Papua, pada Jumat (29/12/2023).

“Peristiwa pelemparan, pembakaran, dan perusakan fasilitas umum pada saat pengiringan jenazah Lukas Enembe [tidak dilakukan] oleh KNPB. [Kami] tidak bertanggung jawab [dan menolak]  tuduhan palsu [itu],” ujarnya.

Ia bahkan menilai bahwa kejadian tersebut menjadi tanggung jawab Panitia Duka yang dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah dan Keluarga Almarhum bahkan aparat keamanan.

Padahal Tindakan anarkis yang terjadi di Jayapura Papua dinilai sebagai hasil dari provokasi Sebby Sambon, yang menggunakan momen duka tersebut sebagai justifikasi untuk merusak ketenangan dan keamanan di wilayah Jayapura dengan menyebarkan rekaman bernada provokasi.

Related posts

Polda Papua Garap Film Layar Lebar Si Tikam Polisi Noken

Jubir News

TNI-Polri dan Forkopimda Upayakan Tidak Ada Lagi Teror KKB

Jubir News

Pengabdian Polisi Ini untuk Masyarakat di Pedalaman Sangat Luar Biasa…

Jubir News

Leave a Comment