Jayapura – Perkembangan pencarian dan pembebasan Pilot Susi Air yang sudah memasuki bulan ke 4 namun belum menemukan titik terang.
Thomas Ch. Syufi selaku Koordinator Papuan Observatory for Human Rights (POHR) mengatakan pemerintah Indonesia harus membuka diri dan menunjuk salah satu negara atau badan internasional yang netral datang ke Papua untuk bernegosisasi dengan TPNPB.
“Saya harap pemerintah Indonesia segera menunjuk negara luar sebagai mediator pembebasan Pilot Susi Air, ini langkah yang tepat kita bangun,” ujar Thomas Ch. Syufi saat diwawancarai, Selasa (13/6).
Thomas, mengatakan pembebasan pilot susi Air, tidak dapat diselesaikan dengan cara biasa seperti yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, sebab jika hal itu terus dilakukan maka akan berdampak pada persoalan lain yang lebih besar.
“Negara tidak perlu gengsi, karena ini bukan masalah biasa, tetapi ada soal keselamatan warga negara asing, jika pemerintah selalu mempertahankan egonya maka, permasalahan ini tidak akan terselesaikan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya menagatakan akan menembak Pilot Capt. Mark Merthens jika tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam jangka waktu 2 bulan kedepan.