31/08/2025
Uncategorized

Sudut Pandang Raga Kogoya Terkait Krisis Kemanusiaan Nduga Selama 4 Tahun

Nduga – Krisis kemanusiaan yang terjadi di Nduga membuat Raga Kogoya angkat suara terkait dengan pengungsian akibat adanya Kelompok Kriminal Besenjata yang mengintimidasi masyarakat Nduga dan menjadikanya tameng hidup untuk mereka merampas makanan dan juga harta benda masyarakat lainya dengan berkedok kemanusiaan. Kamis (03-02-22)Akibat Konflik yang dilakukan kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kepada masyarakat Nduga membuat 500 masyarakat mengungsi dan 30 masyarakat sipil tewas tertembak oleh KKB hingga belasan rumah dibakar dan dihancurkan yang bertujuan ingin menjadikan Nduga sebagai wilayah jajahan mereka.Raga Kogoya mengatakan konflik ini terjadi akibat adanya Kelompok Kriminal Bersenjata yang sampai saat ini terus melakukan aksi-aksi kejahatan mereka dengan merampas harta benda bahkan nyawa dari masyarakat yang bermukim di wilayah terpencil, motiv mereka pun sebenarnya bukanlah merdeka melainkan adanya pengaruh politik kotor dan juga tidak adanya sumber pekerjaan kepada mereka yang mana mereka malas untuk bekerja dan hanya ingin bersantai seperti raja.“Kalau saya lihat konflik yang terjadi ini bukan permasalahan Merdeka tapi adanya politik kotor dan juga dorang ini adalah penjahat yang terorganisir, dorang merampas harta benda masyarakat, kalau memang mo merdeka buat apa ? Indonesia su kasih papua merdeka dengan torang hidup sedemikian rupa enak tinggal kitorang saja yang berfikir bagaimana caranya bisa bersaing, dorang kalah bersaing sehingga melakukan kejahatan,” tegas Raga KogoyaKonflik yang berlangsung selama 4 tahun terakhir ini juga membuka mata dunia bahwa perjuangan yang dilakukan bukanlah mensejahterakan masyarakat papua namun hanya membuat masyarakat semakin tertekan dengan menghambat adanya pembangunan dipapua sehingga papua menjadi daerah yang mendapatkan opini bahwa papua menjadi daerah yang susah berkembang dengan adanya kelompok ini.“4 tahun terakhir torang bisa lihat su berapa banyak korban yang dorang tembak? Kitorang juga bisa lihat kalau memang perjuangan jang masyarakat yang kam jadikan korban tapi kenyataan yang ada masyarakat saat ini yang jadi kam pu tameng hidup baru kam bilang berjuang mengatasnamakan kemerdekaa, ini su bukan perjuangan tapi kejahatan yang terorganisir coba kalau dorang tidak buat konflik saya yakin setiap daerah pasti akan berkembang dengan pesat,” Pungkas RagaSampai saat ini kelompok tersebut masih melakukan aksi demi aksi dengan mengatasnamakan masyarakat yang mana masyarakat sendiri malah berlindung kepada aparat keamanan yang ditugaskan guna mengejar kelompok tersebut dan juga menjaga situasi tetap aman dan tentram(Ryu)

Related posts

The enthusiasm of the sons and daughters of Mamberamo Raya to register for high-ranking police chassis, Yotam Bulasi appreciates the Papuan police and regional police

Jubir News

KPK Ungkap Dugaan Pembelian Jet Pribadi oleh Gubernur Papua Gunakan 19 Koper Uang Tunai

Jubir News

Papuan Youth Leader Supports Law Enforcement against Armed Criminal Group (KKB) and Appreciates Operation Peace Cartenz 2025 Task Force

Jubir News

Leave a Comment