TNI-Polri tengah menyiapkan strategi pengamanan Pekan Olahraga Nasional (PON). Pemerintah memutuskan PON XX tetap dilaksanakan pada 2-15 Oktober 2021 di Papua.
“Berdasarkan kalender keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) ada beberapa agenda penting yang dilaksanakan di Papua, seperti PON ke XX dan Papernas XVI 2021 yang membutuhkan situasi kamtibmas,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Mei 2021.
Listyo berkunjung ke Papua bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada Kamis, 27 Mei 2021. Listyo dan Hadi menyiapkan strategi pengamanan dengan melibatkan stakeholder terkait, seperti Pemerintah Provinsi Papua, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat setempat.
Dia menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang fokus dalam pembangunan Papua. Baik infrastruktur, kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. TNI-Polri juga akan mengamankan agenda pemerintah itu.
“Bapak Presiden telah memberikan perhatian khusus kepada Papua agar melakukan percepatan pembangunan seperti daerah-daerah lainnya,” ungkap mantan Kabareskrim Polri itu.
Upaya itu merupakan bentuk komitmen pemerintah mengubah paradigma pembangunan dari Jawa sentris menjadi Indonesia sentris. Beberapa pembangunan yang telah dilakukan pemerintah, yakni pembangunan jembatan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) RI dan Papua Nugini, bandara, pelabuhan dan pasar.
Pembangunan infrastruktur lainnya yang akan dilanjutkan, yakni Jalan Trans Papua yang menghubungkan Papua Barat dan Papua. Jalan itu membentang dari Sorong hingga Merauke sepanjang 4.330,07 km.
Kemudian, pembangunan Palapa Ring yang menjangkau 51 kabupaten/kota, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), Pembangkit Listrik Tenaga Air, Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro, pembangunan jalan perbatasan RI-Papua Nugini, Pembangunan Stadion Lukas Enembe dan lainnya.
Selain itu, pemerintah juga telah membangun sumber daya manusia (SDM) unggul Papua. Seperti dari segi ekonomi dengan mendampingi usaha mikro kecil menengah (UMKM), pengembangan masyarakat berbasis desa, dan pembangunan bibit babi unggul melalui inseminasi buatan.
Dari segi pendidikan, pemerintah membangun rumah untuk guru, asrama untuk pelajar dan mahasiswa, serta memberikan bantuan rehabilitasi infrastruktur sekolah. Dari segi kesehatan, membangun gedung poliklinik di RSUD Jayapura, program pengobatan gratis dan pelayanan pengendalian penyakit malaria.
“Pembangunan yang sedang berjalan ini harus didukung dengan stabilitas kamtibmas yang tentunya menjadi tanggung jawab seluruh pihak dan masyarakat Papua,” ungkap jenderal bintang empat itu.
Namun, Listyo mengatakan ada beberapa permasalahan yang membuat program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Papua terhambat. Salah satunya, belum tersosialisasinya upaya pemerintah tersebut.
“Berkaitan dengan itu, Bapak Presiden berharap agar penyelesaian masalah tersebut dilakukan melalui tatap muka dan dialog dengan memperhatikan adat istiadat, serta frekuensi yang sama sehingga menjadi dasar dalam membangun Papua,” kata dia.
Kapolri dan Panglim TNI datang untuk tatap muka dan dialog bersama tokoh agama, adat dan masyakarat. Hal ini untuk mendapat dukungan dan masukan dalam menyelesaikan segala permasalahan.
“Harapan saya dengan adanya dialog ini, masyarakat Papua dapat berperan aktif dan secara bersama-sama menjaga stabilitas keamanan untuk mewujudkan pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia Papua yang unggul, serta mampu mengelola sumber daya alam secara maksimal sehingga menjamin kesejahteraan masyarakat Papua,” tutur mantan Kadiv Propam Polri itu.