31/08/2025
Hukum & Kriminal Sosial Budaya

Kepala Perang Ilaga, Ussay Alom Tegaskan Negara Telah Hadir Di Bumi Papua, Situasi Aman Kembali

ILAGA-Puncak Papua. Pada Jumat siang, tepatnya pukul 09.00 WIT, Bapak Husein Alom, Anak adat Kabupaten Puncak, atau yang sering disebut sebagai Kepala Perangwilayah Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak memberi statemen kepada tim Binmas Noken Papua (AKBP Arief Fajar dan Brigpol Akram) mengenai kondisi terkini di wilayah sekitar rumahnya pasca penembakan KaBINda Papua.

“Daerah ini gunung dan istimewa dan daerah ini daerah keramat sampai hari ini siapapun yang datang di sini bikin rusak tidak akan memiliki jabatan tapi kalau dia bikin baik berarti Dia naik pangkat seperti Bapak Gubernur karena Bapak Gubernur orang sini.” Ussay bertutur sambil mengingat hal hal istimewa seputar wilayah Puncak.

“Orang tua kami tidak sekolah tapi terima injil dari orang Amerika yang jalan kaki dan mereka terima, mereka takut karena warna kulit lain tapi waktu di kasi makan mereka juga mau makan makanya pasti ini orang kita.”

“Orang tua kami berdoa besok harus sekolah dan akhirnya pemerintah kasi daerah ini menjadi kabupaten serta mereka juga pejuang dan pendiri negara dan akhirnya kami tanda tangan dan itu menjadi pegangan prinsip bagi kami.”

Ussay juga menyinggung mengenai pertikaian pemerintah dengan organisasi separatis di Papua. “Perang selama 12 tahun dan sekarang secara pemerintahan sudah selesai tapi adat perlu karena itu tidak ada obat hanya satu-satunya mereka harus di selesaikan dengan damai secara adat.”

Melihat kondisi yang kembali kondusif, warga mulai nyaman melaksanakan rotual adat mereka. Salah satunya bakar batu.

“Dari 20 kelompok 5 diantaranya sudah melaksanakan adat bakar batu yang lain belum karena mereka belum naik dari Timika dan Beoga”, ujar Ussay.

Ussay memberi wejangan juga bagi generasi muda Papua” Keadaan Kab. Puncak pada umumnya aman dan tidak boleh kacau lagi karena bapak-bapak sudah menjaga kami dan biarpun orang ekspos puncak kacau saya tegaskan “TIDAK” karena sudah ada pemerintah dan kemanan disini.”

Ussay juga menekankan tidak ada isu tentang pengungsi di wilayahnya, “Pengungsi disini tidak ada dan Masyarakat tetap di sini tidak mengungsi. Dengan adanya TNI – Polri Masyarakat sangat mengantusias karena negara datang untuk melindungi kami supaya bebas dari ekonomi, bisa sekolah, bisa orang bekerja dan bisa tinggal di sini, kalau tidak ada keamanan mereka seenaknya membawa senjata untuk mengambil dan merampas uang dan mengambil babi dan kami tidak mau lagi di jajah, ini negara Republik Indonesia sudah merdeka sudah merdeka 72 tahun.”

Kegiatan bakar batu bisasnya dilaksanakan serempak di beberapa wilayah untuk memperingati perdamaian. “Kegiatan adat bakar batu ini Ada sekitar 20 titik dan tersebar di berbagai kampung di Kab. Puncak dan sebagainya sudah melaksanakan bakar batu dan sisanya belum, pelaksanaan bakar batu di laksanakan mulai hari Jumat ini dan puncaknya hari Senin.” Ussay memberi gambaran kepada Binmas Noken.

“Terimakasih kepada bapak-bapak telah jaga kami dan tolong sampaikan acara tetap jalan dengan aman.” Menjadi statemen terahir sekaligus harapan Kepala Perang Illaga kepada aparat TNI Polri yang bertugas di Papua.

Related posts

Buntut Kasus Mutilasi di Timika, DPC IPMNI Kota Studi Wamena Gelar Aksi Tuntutan di DPRD Jayawijaya

Jubir News

Pembukaan Binlat Pra Bintara Noken Polri TA 2020 Dipimpin Kapolda Papua

Jubir News

Warga Papua Barat Serahkan Bendera Bintang Kejora

Jubir News

Leave a Comment